(menanggapi "say hello" dari Bang David Ryan Soepyan)
David (dan teman-teman),
David (dan teman-teman),
Warga di milis ini adalah teman-teman mantan Harian Jayakarta (Meoko, Diana, Harpon, Mulia, Ketty, Novi dll), dan mantan Harian Jakarta (Tio, Lila, Cice, Nina, Uli, Agus, Iwan, Yulius, Coki dkk). Selisih generasinya sekitar 15 tahunan, tetapi semangatnya tampaknya masih sama. Sebagian besar
Harpon tidak pernah muncul, mungkin selam ini cuma mantau doang lewat blackberry. Maklum lawyer, kan waktunya sangat sempit. Mulia (sekarang bos Monitor Indonesia) juga begitu. Kalau Meoko (bos Sinar Harapan) pernah juga mampir, habis itu ngilang lagi. Beberapa waktu yang lalu saya jumpa Primus, yang sekarang sudah jadi bos di Suara Pembaruan dan Investor.
Tidak terasa, sudah hampir 20 tahun kita lewati saat-saat kebersamaan di Harian Jayakarta. Masih ingat zaman antre mesin ketik Remington (yang cuma 6 unit) setiap pulang liputan? Ada Suud, Yonathan, Santhy, Arlita, Is dan lain-lain. Tahun yang lalu aku masih ketemu dengan Bang Kumis Khairudin Zaman dan Yashinto (sekarang di Investor juga). Masih ingat nggak waktu kita bongkar kasus mafia tanah? Korupsi di PDAM, penyelewengan PLN, jalur hijau Condet dan lain-lain? Berangkat subuh pulang sudah lewat tengah malam, dengan gaji pas-pasan dan harus antre mesin tik! Dalam waktu enam bulan, kita bikin warga Jakarta terperangah membaca liputan kita. Padahal total tim kita (termasuk Hasan alm, layoutman Kumis dll) cuma belasan orang.
Tidak terasa, sudah hampir 20 tahun kita lewati saat-saat kebersamaan di Harian Jayakarta. Masih ingat zaman antre mesin ketik Remington (yang cuma 6 unit) setiap pulang liputan? Ada Suud, Yonathan, Santhy, Arlita, Is dan lain-lain. Tahun yang lalu aku masih ketemu dengan Bang Kumis Khairudin Zaman dan Yashinto (sekarang di Investor juga). Masih ingat nggak waktu kita bongkar kasus mafia tanah? Korupsi di PDAM, penyelewengan PLN, jalur hijau Condet dan lain-lain? Berangkat subuh pulang sudah lewat tengah malam, dengan gaji pas-pasan dan harus antre mesin tik! Dalam waktu enam bulan, kita bikin warga Jakarta terperangah membaca liputan kita. Padahal total tim kita (termasuk Hasan alm, layoutman Kumis dll) cuma belasan orang.
Teman-teman mantan Harian Jakarta belum lama ini bikin acara kumpul-kumpul di Bandar Jakarta. Yang datang cewek semua, dan mereka menyebut dirinya the Jak's Angels. Waktu baru bergabung juga sama dengan generasi Jayakarta, walau penguasaan teknologi sudah agak canggih sehingga saya tidak perlu ngajarin ngetik pakai komputer lagi seperti tahun 1989an! Sebagian dari mereka sekarang malah sudah sangat mahir bermultimedia.
Makanya Vid, jangan menghilang melulu. Sesekali berinteraksilah dengan rekan-rekan lain. Jadi wartawan, mungkin kita sulit kaya. Tapi harus punya kesombongan. Biar kere asal sombong, dan kadang-kadang biar bodoh asal sombong!
Primus pernah janji mau jadi tuan rumah reuni Jayakarta. Tapi belum juga terlaksana. Mungkin harus kita runding-runding dan cari waktu yang tepat. Paling tidak, melalui milis ini kita bisa saling berkumpul lagi.
Salam!

0 comments:
Post a Comment