The Meeting Point

Stories Behind the Making of Newspaper

Lizha yang Gelisah

by Lizha


Turun dari bis di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan. Seorang tukang ojek pun langsung menawarkan tumpangan, "Ke apartemen kusuma chandra ya mbak?" Sebagian tukang ojek memang sudah hafal dengan tujuan-tujuan penumpang yang kerap diantarnya.

Tancap gas... sampailah di depan hunian vertikal yang dimaksud, di kawasan SCBD. Dua lembar uang 1000-an diterima si abang tukang ojek. "Makasih ya mbak," katanya sebelum membelokkan motornya kembali ke tempat mangkal.

Melanjutkan langkah ke gedung berlantai dua yang sebenarnya lebih dikenal dengan nama Gedung AKPAR. Ya, karena sebenarnya sebagian tempat ini memang dipakai oleh sebuah lembaga pendidikan. Dan, jika menilik dari bentuk bangunannya, memang lebih cocok sih buat sekolahan.

Naik satu tangga, sampailah di lantai dua.... menuju ke salah satu ruangan yg memang mirip ruang kelas.... buka pintu.... dan, ....

Aduh, jadi kangen nih sama suasana seru di HARJAK... karena setiap sore, sepulang dari liputan, pasti ada aja kehebohan yg dibikin...

Boz AK dan temen2 laennya, kapan nih kita reuni???

0 comments:

Welcome to The Meeting Point

Selamat datang di The Meeting Point..

Blog ini akan berisi cerita di balik sebuah media yang pernah meramaikan belantara pers Indonesia, khususnya di Jakarta.

Ya, ini adalah kisah kasih para jurnalis yang pernah menorehkan prestasinya di Harian Jakarta (d/h Jayakarta), yang sayangnya gulung tikar pada medio Agustus 2005. Meski begitu, kenangan indah selama berjuang jungkir-balik di Harian Jakarta, terus melekat di benak kami. Dan semua terlontar secara jujur melalui mailing list kami [HARJAK at yahoogroups. com].

Demikian indahnya cerita yang diungkap para pujangga kuli tinta di milis tersebut, menggugah saya untuk berbagi kepada dunia melalui blog kecil ini. Selamat membaca..

Search This Blog