The Meeting Point

Stories Behind the Making of Newspaper

Media Baru Ria

by A. Kuhon

(sebagai tanggapan dari berita tentang Febria "ria" Silaen yang pindah ke Mother & Baby Magazine per 6 Oktober 2008)

Aloha,
Selamat yaaa, Febria. Saya selalu ikut gembira setiap mendengar kabar rekan lama beroleh tempat kerja baru yang lebih baik. Setiap ada peluang kerja, baik dari klien atau dari pihak lain, memang saya berusaha berkabar kepada teman-teman lama.

Saya pernah mengajak Rio Bembo, Coki, Samad, Rina, Agus dan beberapa rekan lain dalam situasi yang terpisah. Ada yang berupa proyek panjang, ada juga yang hanya singkat. Ada yang kemudian menjadi staf organik di suatu perusahaan atau lembaga, ada juga yang hanya seusia proyek saja.

Tentu ada kondisi yang mungkin menggembirakan atau memuaskan rekan yang saya ajak. Tetapi bukan mustahil ada pula yang kemudian mengeluh atau merengek-rengek. Ada juga yang kemudian menghilang begitu saja, tanpa kejelasan mengenai penyelesaian tugasnya. Namun setiap ada peluang, saya selalu mengutamakan teman-teman lama. Saya sungguh salut kepada para perempuan yang perkasa, yang bisa tegar dan tangguh menghadapi permasalahan hidup. Saya ingat Panti, yang tanpa banyak mengeluh selalu berusaha merampungkan halamannya. Juga Makmun, yang malang melintang dari satu wilayah ke wilayah lain, sampai akhirnya parkir di Sekretaris Redaksi.

Saya juga masih ingat U'ul, yang ngotot menulis laporan tentang underpass di dekat Kebun Raya setelah kunjungan pertamanya ke kota Bogor. Cice yang sempat jatuh dari angkutan umum karena menjalankan tugas liputan. Rina yang tumbang di redaksi. Nina yang melamar jadi sekretaris, tapi dalam waktu dua minggu saya sulap jadi wartawan bandel. Juga Iwan Suci Jatmiko, makelar sepeda motor yang bercita-cita jadi wartawan handal!

Salah satu modal utama kehidupan kita di dunia media adalah kesehatan dan stamina tubuh. Semua sangat ditopang oleh semangat. Tidak jarang kemudahan-kemudahan yang kita dapat selama menjadi wartawan, membuat semangat kita menjadi tipis. Akibatnya kita jadi cengeng, ribut mencari-cari pekerjaan atau lowongan ketika sedang menganggur. Lalu, bingung mencari gaji yang cukup pada bidang kerja yang disukai. Setelah beroleh peluang kerja dan kemungkinan mendapat gaji yang memadai, muncul keluhan lain mengenai jauhnya tempat kerja dari tempat tinggal. Setelah masalah jarak terkompensasikan, muncul keluhan lain tentang tidak adanya pembantu yang menjaga rumah.

Orang bijak, selalu melihat peluang dalam setiap hambatan. Sebaliknya, orang bodoh selalu melihat hambatan dalam setiap kesempatan. Dan orang yang celaka, selalu mengeluh ketika sedang diberi karuniaNya. Semangat, memungkinkan kita tetap memiliki daya juang sehingga terhindar dari kecengengan.

Milis ini tambah ramai setelah Coki bermain bola dan menendangi kata-kata di meeting point Plasa Semanggi. Kita belum membaca cerita teman-teman yang lebih lama, generasi Harian Jayakarta, yang sebagian juga menjadi warga di milis ini. Generasi tahun 1989 (Jayakarta) antara lain Harry Ponto, Primus Dorimulu, Mulia Siregar, Timbo Siahaan, Yashinto Sembiring, Shanty Sibarani, Norman Meoko dan lain-lain.

Generasi tahun 2004 (Jakarta) antara lain Nina, Lila, Coki, Cice, Phillip, Tetapi, cerita-cerita yang dipajang di milis ini benar-benar memperkuat tali persaudaraan. Saya sungguh tidak mengira, pertemuan sebentar di Harian Ja(ya)karta, menimbulkan ikatan kekerabatan yang sedemikian akrab.

Jaga semangat, selamat Idul Fitri, maaf lahir bathin!

Jangan cengeng!

0 comments:

Welcome to The Meeting Point

Selamat datang di The Meeting Point..

Blog ini akan berisi cerita di balik sebuah media yang pernah meramaikan belantara pers Indonesia, khususnya di Jakarta.

Ya, ini adalah kisah kasih para jurnalis yang pernah menorehkan prestasinya di Harian Jakarta (d/h Jayakarta), yang sayangnya gulung tikar pada medio Agustus 2005. Meski begitu, kenangan indah selama berjuang jungkir-balik di Harian Jakarta, terus melekat di benak kami. Dan semua terlontar secara jujur melalui mailing list kami [HARJAK at yahoogroups. com].

Demikian indahnya cerita yang diungkap para pujangga kuli tinta di milis tersebut, menggugah saya untuk berbagi kepada dunia melalui blog kecil ini. Selamat membaca..

Search This Blog