The Meeting Point

Stories Behind the Making of Newspaper

Tri Umvirat Harjak

by A. Kuhon




Teman-teman,

Saya gembira sekali Kamis sore kedatangan tiga sobat lama. Mereka tidak janjian, tapi berdatangan secara berurutan. Bek Makmun datang duluan sejak siang, lalu disusul oleh Saiful Kurniana. Sorenya Agus Karyawan berkirim sms, menanyakan apakah saya Jumat ada di kantor.

Saya jawab bahwa di kantor sedang ada Makmun dan Saiful, dan saya minta agar Agus datang Kamis petang. Maka, berkumpullah kami berempat di ruang kerja saya. Ngobrol ngalor ngidul. Sementara mereka saat ini sedang mengudap nasi Padang, saya upload foto-foto para pendekar yang sempat bertahan sampai desah nafas terakhir Harian Jakarta.

Waktu saya akan memotret, ternyata kamera saya habis baterai. Terpaksa saya pakai kamera di HP. Celakanya, saya tidak pernah memanfaatkan fitur di HP saya. Karena, menurut saya HPO adalah alat komunikasi, bukan alat fotografi. Jadi, terbuanglah waktu sekitar setengah jam sekadar menyelidiki cara memotret pakai HP.

Hasilnya saya pajang di milis ini. Sekarang saya mau ikut nimbrung mengudap bersama mereka.

Salam,

=================
*foto dokumentasi Kopral Jabrik. Ki-ka: Makmun, Syaiful, dan Agus Karyawan

0 comments:

Welcome to The Meeting Point

Selamat datang di The Meeting Point..

Blog ini akan berisi cerita di balik sebuah media yang pernah meramaikan belantara pers Indonesia, khususnya di Jakarta.

Ya, ini adalah kisah kasih para jurnalis yang pernah menorehkan prestasinya di Harian Jakarta (d/h Jayakarta), yang sayangnya gulung tikar pada medio Agustus 2005. Meski begitu, kenangan indah selama berjuang jungkir-balik di Harian Jakarta, terus melekat di benak kami. Dan semua terlontar secara jujur melalui mailing list kami [HARJAK at yahoogroups. com].

Demikian indahnya cerita yang diungkap para pujangga kuli tinta di milis tersebut, menggugah saya untuk berbagi kepada dunia melalui blog kecil ini. Selamat membaca..

Search This Blog