by Oitnarpus :)
Cerita Nendang Tong
Kisah saya nendang tong perlu diluruskan (disempurnakan) , biar informasinya akurat..he.. he..
Awalnya, saya tidak ingin nendang tong sampah. Saya cuma melempar koran ke arah PP, tetapi meleset. Koran melayang ke arah white board. Penasaran... saya bangkit ingin meninju-nya. Tetapi, dia sudah kabur ke balik pintu.
Saya kejar ke ruangannya. Tetapi, dia sudah turun dari lantai dua. Karena masih kesal, saya tendang tong sampah sampai melayang ke pintu ruangan PP. Sang sekretaris, Lusi, ketakutan setengah mati. Saat itu juga, dia minta mundur kerja.
Beberapa menit kemudian, big boss Mr David menelpon saya. Dia bilang, "Tio... lu mau jadi jagoan. Di kantor gua nggak ada preman.... "
Rupanya sang PP lapor ke big boss. Belakangan saya ketahui, dia merasa mendapat ancaman fisik...
Tiga hari berikutnya, ada rapat lengkap... "Soal nendang tong sampah" juga dibahas. Tetapi ternyata, big boss "bisa memahami" tindakan saya.... Mengapa? Mungkin alasannya bisa minta cerita lengkap dari Panti dan kawan-kawan yang hadir di ruangan "bersejarah itu".
Salam
========================
Tanggapan AK:
Bagai kepompoooooong. .......
Tanggapan Nina:
Hhehehe.. saya masih inget kejadian ini, hanya saja nggak tau persis ceritanya gimana.
Begitu sampe ke kantor, semua orang berwajah tegang. Saya lupa siapa yang bilang (pokoknya cewek) memberi tahu kami--yang bengong-bengong bingung di luar kantor bahwa Pak Tio "ribut" sama someone lalu menendang tong sampah.
Waktu itu saya (dan Ririen) takjub. Sepanjang kenal Pak Tio di Harjak, saya yakin Pak Tio orang yang sangat bisa mengendalikan diri, kok hari itu bisa "mengamuk"? hihihi.. hayo dong cerita lagiiii.. kan tiada asap tanpa api.. :D
Tanggapan Panti:
Aku cuma ngeliatnya gini, Pak Tio gak penampilannya aja mirip seleb (Hatta Radjasa). Tapi juga punya bakat akting kayak Nicolas Cage (Con Air). Saat nendang, menjiwai banget...ha. ..ha....ha
0 comments:
Post a Comment