The Meeting Point

Stories Behind the Making of Newspaper

Cerkum Good Lawyer

Rekan HarJakers & Jayakartans, seperti yang pernah Nina katakan, insya Allah cerpen Nina akan dibukukan bersama-sama dengan teman-teman sesama penulis yang tergabung dalam Rose Heart Writers (blogger cerpenis). Berikut adalah teaser buku "GOOD LAWYER" dari Publisher-nya Nina... :)

============================================

ROSE HEART Writers Proudly Presents

Rose Heart Publishing™ bekerjasama dengan Prihartono & Partners – Law Offices dengan bangga akan segera meluncurkan sebuah Buku Kumpulan Cerita Hukum karya para Blogger Indonesia. Buku kumpulan cerita hukum yang diberi title “GOOD LAWYER” ini merupakan yang pertama dan satu-satunya buku yang berani memadukan antara Sastera dan Hukum di Indonesia sebagai buah karya pemikiran dan kreatifitas para blogger muda Indonesia yang tergabung dalam wadah Roseheart Writers, di antaranya : Mhimi, Deesan, Ferror, Nina, Jini, Riu, Haerul, Nia, Rinnie, Ebramn, Eny, Henny dan masih banyak lagi!

Check out these interesting dialogues for a start!


--

“Daeng, gubuk kau dan becak aku saja, kalau ditimbang jadi satu tak akan sanggup membayar Rose, apalagi Rose itu cuma mau dibayar pakai Dollar..!! Kau baca surat kabar itu baik-baik..!! Dia itu Miss Dollar Lawyers, pengacara dengan bayaran Dollar..!”
seru Jamal pada Daeng Lira gemas. Siapapun yang ada di kota ini, tahu betul siapa pengacara yang satu ini.

Mhimi’s


--

“Anda seorang Hakim Tinggi di pengadilan agama, Pak Nurdin. Apa perlu saya mengatakan kejelasan beberapa pasal pada anda? Dalam undang-undang perkawinan pada pasal enam ayat satu disebutkan perkawinan harus didasarkan atas persetujuan kedua calon mempelai. Dan dalam ayat duanya disebutkan untuk melangsungkan perkawinan seorang yang belum mencapai umur duapuluh satu tahun harus mendapat izin kedua orang tua.”

“Zul sudah berumur dua puluh dua tahun. Jadi dia tidak membutuhkan persetujuan orang tuanya. Pada pasal dua puluh dua disebutkan perkawinan dapat dibatalkan, apabila para pihak tidak memenuhi syarat-syarat untuk melangsungkan perkawinan. Saya rasa mereka berdua memenuhi syarat. Syarat uang jemputan tidak bersifat mutlak!!


Deesan’s


--

“Pak Yosef … Pak Yosef baru saja dibunuh!!!”
Candice menangis terisak.
“Apa??”
Mandy terkejut setengah mati.
“Pak Yosef baru saja dibunuh!!!”
Tangisan Candice semakin menjadi.
“Tenang Candice … saya mohon tenang, “
Mandy berusaha menenangkan Candice.
“Pak Yosef baru saja dibunuh !!! Dibunuh !!”
Seolah tidak mendengarkan Mandy, Candice makin histeris.
“Siapa yang membunuhnya??”
“Pak Yosef baru saja dibunuh … saya yang membunuhnya!!”

Ferror’s


--

Aida tidak gentar sama sekali. “Oke, kita akan bertemu di pra peradilan. Sekaligus saya akan memaparkan tentang insiden Garda dimana polisi kecolongan dengan sengaja menunjukkan barbuk kepada tersangka, membiarkan tersangka berbuat nekat, sehingga menyebabkan nyawanya melayang. Itu semua tanggung jawab Anda sebagai kepala satuan, karena anak buah Anda yang menginvestigasi!” tandas Aida sambil beranjak dari kursi dan melangkah ke pintu.

Nina’s


--

“Ehm..bukankah kau yang mengajari aku seperti itu? Jangan katakan kau membela mereka dengan gratis, huh! kasus class action? Ooh..please..kau bukan orang LBH, tentu seseorang telah membayarmu dengan harga tinggi. Siapa dia? Centeng itu? Atau

Jini’s


--

“Tidaaaaak ....... !!!!” Shofie berteriak histeris begitu mendengar pembacaan hasil sidang itu, dia tidak percaya, bagaimana mungkin seorang pengacara sehandal dirinya kalah oleh pengacara ecek-ecek dari kota Nganjuk itu.
[i]“Tidaak!!”
“Tidaaaaaaaaaaaaaaak…!!”
dia terus berteriak.

Riu’s

--


Dan masih banyak lagi cerita-cerita hukum yang tak kalah serunya!
Tunggu kehadirannya di toko buku terdekat anda!



Photobucket

0 comments:

Welcome to The Meeting Point

Selamat datang di The Meeting Point..

Blog ini akan berisi cerita di balik sebuah media yang pernah meramaikan belantara pers Indonesia, khususnya di Jakarta.

Ya, ini adalah kisah kasih para jurnalis yang pernah menorehkan prestasinya di Harian Jakarta (d/h Jayakarta), yang sayangnya gulung tikar pada medio Agustus 2005. Meski begitu, kenangan indah selama berjuang jungkir-balik di Harian Jakarta, terus melekat di benak kami. Dan semua terlontar secara jujur melalui mailing list kami [HARJAK at yahoogroups. com].

Demikian indahnya cerita yang diungkap para pujangga kuli tinta di milis tersebut, menggugah saya untuk berbagi kepada dunia melalui blog kecil ini. Selamat membaca..

Search This Blog