The Meeting Point

Stories Behind the Making of Newspaper

Hari-hari Jayakarta

by Diana Runtu


Wah menarik nih ada David, apa kabar?? Lama ya tdk jumpa, mungkin15 tahun ya. Biasanya, meski tidak bertemu, tapi kabar-kabarinya pasti terdengar, tapi David, begitu menghilang 'bless''' tidak ada kabar sama sekali. Jadi tolong cerita, vid, bertapa di mana??? Dapat wangsit apa??? Huahahahaaaa. .

Oh ya Pak Kuhon, apa kabar?? Semoga sehat, ya.

Sejak pertama saya sudah monitor milis ini..Suka ketawa sendiri baca cerita teman-teman, senang ya bisa tetap berhubungan. Semoga teman-teman Jayakarta juga begitu. Jadi memang kita harus rajin-rajin promo ke teman2 lama supaya bisa saling silaturahmi.

Saya jadi ingat pengalaman di bawah bimbingan Pak Kuhon. Kalau ingat dulu, waduh galaknya Pak Kuhon ...sepertinya 'gak ada yang nandingi. Kalau ke kantor kita selalu stress, apalagi kalau tidak punya berita bermutu, wah, makin stress. Untung waktu itu semua masih muda, jadi tidak ada yang kena stroke atau darah tinggi...ha. .ha.. (becanda pak, jangan marah). Meski galak tapi saya dan teman-teman sadar, berkat beliau lah kita bisa seperti sekarang.. Apalagi waktu masuk Jayakarta--yang tadinya cuma iseng-iseng sambil nunggu ujian akhir di IISIP--- saya benar-benar 'NOL' besar. Cuma tahu teori, tapi tidak bisa bikin berita.

Wah..kalau mau diurai di sini pasti panjang lebar, kayak orang curhat..Ingat soal berdebat soal jam 24 atau 00 sama Pak Sur. Meski salah, saya ngotot juga..Kalau inget itu, rasanya malu banget! Oh iya, kalau tidak salah, Pak Kuhon kan simpan berkas-bekas tulisan teman-teman yang 'ngawur'? Apa masih ada??? Menarik juga ya, kalau berkas-berkas itu masih ada. Jadi kalau kelak jadi binin buku, bisa dilampirkan. .ha..ha..

Pak Kuhon masih ingat tidak, waktu saya nelp ke Amerika hanya ingin curhat gara-gara dipindah pos ke Olah Raga, bidang yang tadinya saya tidak ngerti. Tapi berkat motivasi yang diberikan, akhirnya saya jalani juga. Eh, ternyata jadi wartawan olah raga menarik juga.

Oh ya, sekarang saya di Bali Post sama mbak iswati, roso daras. tadinya bambang dwi, gunarto dan yashinto juga di sana, tapi tiga orang itu keluar. Bambang dwi setelah di harian merdeka, sekarang ngelola situs hukum: www.matahukum. com, yashinto di investor, gunarto nggak tau ke mana. Dia sempat di sinar harapan, trus ikut yan nabut, sekarang nggak tahu lagi kemana. Santhy di media indonesia, kalau mau ketemu santhy cari aja di mabes polri, pasti ada di sana. Eddy Koko jadi bos di Tri Jaya FM. Yon Moeis di koran tempo, laksmi di berita kota, alina di travel. Ya pokoknya beberapa teman sih masih ketauan kiprahnya, cuma elu aja yg ngga jelas...he.. he..

Eh pa kabar yonathan, masih suka kontak?? Boleh juga ya kalau kapan-kapan reunian, undang pak suryo dan pak laurent, pasti seru ya..

0 comments:

Welcome to The Meeting Point

Selamat datang di The Meeting Point..

Blog ini akan berisi cerita di balik sebuah media yang pernah meramaikan belantara pers Indonesia, khususnya di Jakarta.

Ya, ini adalah kisah kasih para jurnalis yang pernah menorehkan prestasinya di Harian Jakarta (d/h Jayakarta), yang sayangnya gulung tikar pada medio Agustus 2005. Meski begitu, kenangan indah selama berjuang jungkir-balik di Harian Jakarta, terus melekat di benak kami. Dan semua terlontar secara jujur melalui mailing list kami [HARJAK at yahoogroups. com].

Demikian indahnya cerita yang diungkap para pujangga kuli tinta di milis tersebut, menggugah saya untuk berbagi kepada dunia melalui blog kecil ini. Selamat membaca..

Search This Blog