The Meeting Point

Stories Behind the Making of Newspaper

Jayakarta dan Jakarta (Part 3)

by Cecep Rahmat


Salam terbuka para awak gang arus,
Beberapa waktu yang lalu Bang Albert Kuhon (AK) sms minta email para mantan kuli gang arus ... waduh ... melalui forum ini sy sambut baek dan terharu .... lho kok ....... ternyata abangku ini masih ingin merajut tali silahturahmi .... bagi awak gang arus maupun awak gang semanggi .......
Setelah lebih puluhan taon berpisah ...... sms abang menyejukkan .... jadi deh .... muter memori sejenak .... Oh.... bang Ak, ada P'Suryohadi, Yan Nabut, Herman Hakim, Roso Daras, Abas Prabowo, Mulyadi, Khaerudin Zaman, Iswati, Laurens S, dan segerombolan baret biru yang dikomandoi Ak - Timbo S (yang Jadi Juragan), David Soepyan (orang bogor), Herry Ponto ( Pengacara Kondang), Primus Dorimulu (Juragan Investor), Diana Runtu, Sihap (bnp), Suud Bajeber, Trubus S, Ig. Gunarto, Mulia Siregar, Lita, Laksmi dan laen-laen yang belum keputer memorinya... .
Tapi, ingat ga ..... Bang AK pernah mati kutu ama reporter wong solo - lulusan sastra jawa - Solihin ..... soalnya - sang abang klau pas ng push spirit segerombolan geng baret biru gang arus - nampak berwibawa ... dan hampir semua nyank dapat pembekalan musti tertunduk ....... tul ga ..... ha....ha.... ......... Pas malem, giliran Solihin di panggil - baru kali itu intonasi suara nyaris tak terdengar ...... ampe ... bang AK garuk-garuk kepala ............
Sejuta kenangan, sejuta pesona, sejuta nestapa, sejuta pengharapan - harus diakui abang AK hebat ...... hampir semua diajari tanpa terkecuali .......
Kiranya, aroma masa lalu membuktikan .... Para Pengungsi Gang Arus ..... tak kan hanyut dikenal masa .... Ayo ..... Tunjukan Taringmu ......ha.... ha....ha. ..... Asssssuuu... .eeeee... ..mmmmmmmmm. .........

Salam Inget,
Cecep / Sekretaris Redaksi
(Masih Inget gak .......)

0 comments:

Welcome to The Meeting Point

Selamat datang di The Meeting Point..

Blog ini akan berisi cerita di balik sebuah media yang pernah meramaikan belantara pers Indonesia, khususnya di Jakarta.

Ya, ini adalah kisah kasih para jurnalis yang pernah menorehkan prestasinya di Harian Jakarta (d/h Jayakarta), yang sayangnya gulung tikar pada medio Agustus 2005. Meski begitu, kenangan indah selama berjuang jungkir-balik di Harian Jakarta, terus melekat di benak kami. Dan semua terlontar secara jujur melalui mailing list kami [HARJAK at yahoogroups. com].

Demikian indahnya cerita yang diungkap para pujangga kuli tinta di milis tersebut, menggugah saya untuk berbagi kepada dunia melalui blog kecil ini. Selamat membaca..

Search This Blog