The Meeting Point

Stories Behind the Making of Newspaper

Resepsi Ria dan YUK

By Nina

Bagaimana kalau temen se-HarJak ngumpul? Yang pasti, rameeeee! Saking rame-nya, sampai nggak bisa terekam di foto-foto.

Malam itu, di resepsi Ria dan YUK, kami ngumpul.. Uul, Elva, Cice, Lila, Anna (dan cowoknya), Lizha, Nina (dan suami), Mbak Panti (beserta suami dan kids), Iwan (dan anak-istri), Herwan (dan yayangnya), lalu belakangan yang datang: Bang AK. Memang tidak seluruhnya ngumpul.

Walau kami cukup ngerasa "kehilangan" tanpa kehadiran Ririen yang sedang menunggui ayahnya di rumah sakit (semoga cepet sembuh ya, bokapmu, Rien), tanpa Bang Choki, Said, Pak Tio, Pak Makmun, Philipus "corpus tempus", Agus Karyawan, Syaiful---pada ke mana siiih??---suasana pertemuan tetap meriah! Apalagi pake makan-makan (namanya juga resepsi kawinan!) hehehe.. boleh aja hunting makan ke sana-sini, tapi ujungnya balik lagi ke "meeting point" di tengah-tengah ruangan.. :D

Malam itu, Yuk tampak bahagia dengan jas rapinya. Ria tampak begitu anggun dan cantik dengan kebaya merah marunnya. Kita sendiri yang hadir, mayoritas mengenakan baju hijau. Wah...padahal ngga janjian.. Apa karena terpengaruh gerakan "Go Green"?? :) Entahlah, yang jelas, wajah semua orang yang hadir di sana tampak sumringah..

Sayang, kehebohan itu harus terpangkas karena Anna harus berangkat meliput. Anna, please deh! Malem minggu, ngeliput jugaaa? Bang AK sampai geleng-geleng dibuatnya. Sudah sempat terlontar "hasutan" agar Anna tidak usah meliput, "Hare gene, teknologi ada, kenapa gak nongkrongin Antara aja? Jangan dikloning, tapi diolah.." Hahaha.. Tapi, Anna tetap tegar dan tegas menjawab, "Maaf, jam 8 aku liputan.." Salut, Anna!

Anyways, ini sejumlah foto yang sempat "merekam" kelakuan teman-teman eks HarJakers (thanks to Ila, for the pictures). Sayang, foto waktu rebutan lemparan bunga, gak ada ya? Hahaha.. kalau ada, pasti lucu.. :D

0 comments:

Welcome to The Meeting Point

Selamat datang di The Meeting Point..

Blog ini akan berisi cerita di balik sebuah media yang pernah meramaikan belantara pers Indonesia, khususnya di Jakarta.

Ya, ini adalah kisah kasih para jurnalis yang pernah menorehkan prestasinya di Harian Jakarta (d/h Jayakarta), yang sayangnya gulung tikar pada medio Agustus 2005. Meski begitu, kenangan indah selama berjuang jungkir-balik di Harian Jakarta, terus melekat di benak kami. Dan semua terlontar secara jujur melalui mailing list kami [HARJAK at yahoogroups. com].

Demikian indahnya cerita yang diungkap para pujangga kuli tinta di milis tersebut, menggugah saya untuk berbagi kepada dunia melalui blog kecil ini. Selamat membaca..

Search This Blog