The Meeting Point

Stories Behind the Making of Newspaper

You Raise Me Up

by Nina


Sore ini saya denger lagu Josh Groban, You Raise Me Up....

Mendadak terbayang suasana kantor bercat kuning telur (mengutip Bang Choki hehe..) Saya ingat, di bulan-bulan terakhir kita di HarJak, Yulius (YUK) sangat rajin memutar lagu Josh Groban ini, setiap hari, setiap saat, looping, sampe berminggu-minggu. (haha..)

Saya juga ingat, suatu saat, YUK sedang memutar lagu tersebut, saya langsung berteriak-teriak, memprotes, "Mbok ya gantiiii lagu laen gitu loh, YUUUUK.." tapi dengan tegar, YUK tetap memutarkan lagu itu, bahkan sambil ikut-ikutan bernyanyi dengan suara merdunya (di mana do sampai so, nadanya sama aja, gak berubah).

Sejak saat itu, setiap kali YUK memutar lagu itu, saya langsung berteriak-teriak lagi (memprotes), teman-teman lain tertawa. Padahal saya serius lho, lama2 gedek juga ama lagu itu. Tadinya suka, sampe jadi gak suka, karena terlalu sering diputar ama si YUK. Sampai-sampai saya sempat punya rencana jahat untuk menyembunyikan speaker komputernya YUK, tapi nggak berhasil. hahahaha...

Suatu hari, YUK memutar lagi lagu tersebut, saya diam saja. Rupanya, Pak Pea (Hutapea)--yang sejak saya masuk sampe bubarnya HarJak tetap setia duduk di samping saya--keheranan, "Tumben nggak protes Nin?"

Saya jawab, "Capek, Pak.."

Hahaha..

Itulah hebatnya, YUK. Meski diprotes, tetap tegar dengan Josh Groban-nya.. . Sama seperti anak didiknya Bang AK (jebolan pesantren kilat Al-Kuhon) yang tahan banting dan tetap tegar meski mendapat "cobaan" di lapangan maupun di kantor.

Bicara "cobaan" di lapangan, saya teringat Ririen, yang pernah meliput kejadian penyitaan gedung yang melibatkan preman dan Pol PP. Protes orasi yang berubah menjadi keributan dan lempar-lemparan batu. Syukurlah, Ririen nggak terkena lemparan batu, soale ada rekan wartawan dari media lain yang terluka terkena lemparan.

Ririen balik ke kantor dengan wajah pucat (saya ingat betul, karena kami kan satu tim) lalu memperdengarkan rekaman orasi yang berubah jadi teriakan-teriakan dan bunyi puluhan benda keras membentur kaleng (pagar) dan tembok. Meski begitu, Ririen yang bertubuh mungil ini tidak lantas gentar meneruskan tugas sebagai reporter, malahan ke depannya, prestasi kerjan dia makin gila (dalam artian positif). Salut, Ririen! *hugs utk Ririen*

Saya kira, masih banyak cerita lain yang serupa, dan terus terang, sempat membuat saya menggeleng-geleng takjub dengan kekuatan mental anak-anak Al-Kuhon! ;) Kok bisa ya, Bang AK membangkitkan semangat juang dari anak-anak didiknya.. Some of us have shown an energy beyond our own expectation lho...

Salut lagi untuk Bang AK! You're the best! :)

0 comments:

Welcome to The Meeting Point

Selamat datang di The Meeting Point..

Blog ini akan berisi cerita di balik sebuah media yang pernah meramaikan belantara pers Indonesia, khususnya di Jakarta.

Ya, ini adalah kisah kasih para jurnalis yang pernah menorehkan prestasinya di Harian Jakarta (d/h Jayakarta), yang sayangnya gulung tikar pada medio Agustus 2005. Meski begitu, kenangan indah selama berjuang jungkir-balik di Harian Jakarta, terus melekat di benak kami. Dan semua terlontar secara jujur melalui mailing list kami [HARJAK at yahoogroups. com].

Demikian indahnya cerita yang diungkap para pujangga kuli tinta di milis tersebut, menggugah saya untuk berbagi kepada dunia melalui blog kecil ini. Selamat membaca..

Search This Blog