Selamat Siang teman HJ
Saya pun mendapatkan kabar tentang pak TIo dari suami, yulius kristanto. Tidak banyak kata yang saya katakan pada suami, karena saya tahu yulius begitu sedih
Sebagai teman, sahabat, rekan kerja dan istri, saya tahu betapa sosok pak Tio begitu berarti dan betapa perjalanan karir yulius sebagai kuli tinta yang tidak lepas dari campur tangan pria beruban itu.Beberapa waktu lalu, saya sempat membaca pesan dari pak Tio untuk yuk. perbincangan antara sahabat, dan juga senior yang tidak pernah melupakan anak didiknya.
Beberapa waktu lalu pun, saya sempat membaca FB pak Tio, sungguh tidak ada firasat sama sekali. Saya, pribadi tidak begitu dekat dengan pria beruban yang selalu menyapa saya dengan 'syalom'. Mungkin karena saya tidak pernah satu desk dengan beliau, namun bukan berarti saya tidak sedih atau kehilangan.
Kalaupun sekarang, Tuhan lebih mencintai beliau, biarkanlah. Seperti status seorang teman yang juga teman dekat pak Tio, bahwa pak Tio terlalu baik sehingga Tuhan lebih senang mengajak beliau ke surga lebih dulu.
Tidak banyak kenangan antara saya dan pak tio, namun saya selalu ingat rambut putih, kaos merah, dan juga gigi putihnya yang selalu terlihat bila menyapa saya dengan ucapan "syalom" dan canda nakalnya.
"Betapa saya bangga pernah menjadi bagian dari kehidupan beliau... dan saya sungguh bersyukur pernah mengenal beliau sebagai sosok seorang ayah"
Jakarta, 08032011
febria

0 comments:
Post a Comment