The Meeting Point

Stories Behind the Making of Newspaper

How are ex-HarJakers? (part 1)

by: Albert Kuhon

Teman-teman,

Kamis 25/9 malam saya mendapat kehormatan dikunjungi Rahim Nasution. Masih ingat kan? Rahim reporter di Polda, pernah bertugas juga di jakarta Timur. Dia diomelin gara-gara menulis laporan tentang penjualan fasos dan fasum di Pasar Mester. Lain kali fotonya saya pajang deh.

Rahim sempat saya ajak melihat foto-foto yang dibuat U'ul, yang dipajang di milis ini. Satu-satu dia ingat kembali namanya, Ada Lila, Cice, Febria, Elizabeth, Elva, Ririen, Yulius, Nina, Anna dan lain-lain. Dia bercerita tentang Said, yang sekarang sudah redaktur di Sindo. Rio Bembo yang tampangnya mirip John Doe, sekarang menangani media komunitas di Kelapa Gading. Juga tentang Taufik yang sekarang jadi Korlip di Harian Pos Metro, U'up di Tabloid Hidayah. Johari di Investor Daily, Ferry Ardiyanto di koran Tabloid Hallo Jakarta. Sayangnya Rahim tidak punya alamat email mereka. Panti kabarnya sekarang sedang memulai karir lagi sebagai redaktur di Harian Merdeka yang segera bakal terbit. Waktu saya nulis email ini, menjelang pukul 00.30, Rahim masih ngobrol di kantor saya di jalan RC Veteran, Jaksel.

Kamis siang, saya sempat ngobrol per telepon dengan Coki Sihotang, si bandel keponakan sobat saya Tumbur Sihotang. Dia ngomel-ngomel karena tidak diajak menjadi warga di milis ini. Sekarang dia sudah saya undang jadi warga, mudah-mudahan kiriman ini dibacanya.

Saya juga sangat senang sempat berjumpa lagi dengan Makmun, yang kini sering singgah di kantor saya. Samad yang sempat sering nongol, belakangan ini sibuk menghilangkan jejak. Beberapa waktu lalu ada lowongan di salah satu klien saya, dan saya tawarkan kepada Samad bersama Rina. Entah bagaimana kelanjutan mengenai lowongan tersebut. Mudah-mudahan Rina dan Samad menyukainya.

0 comments:

Welcome to The Meeting Point

Selamat datang di The Meeting Point..

Blog ini akan berisi cerita di balik sebuah media yang pernah meramaikan belantara pers Indonesia, khususnya di Jakarta.

Ya, ini adalah kisah kasih para jurnalis yang pernah menorehkan prestasinya di Harian Jakarta (d/h Jayakarta), yang sayangnya gulung tikar pada medio Agustus 2005. Meski begitu, kenangan indah selama berjuang jungkir-balik di Harian Jakarta, terus melekat di benak kami. Dan semua terlontar secara jujur melalui mailing list kami [HARJAK at yahoogroups. com].

Demikian indahnya cerita yang diungkap para pujangga kuli tinta di milis tersebut, menggugah saya untuk berbagi kepada dunia melalui blog kecil ini. Selamat membaca..

Search This Blog