By Panti


Pak, itulah indahnya kehidupan. Ketika kita bersama, terasa banyak sekali perbedaan. Hingga kita saling menyalahkan, kadang juga membuat kita sampai berkeluh kesah (nggrenengi) Pak AK di balik gedung (mungkin, pohon rindang yang menaungi pedagang di SCBD jadi saksi).
Tapi, begitu Pak AK pamitan dulu, saya sedih sekali. Saya yang terbilang jarang menangis, malam itu benar-benar menangis dari hati. Dan, ketika sekarang tidak bersama lagi, saya (dan mungkin teman-teman) banyak mengambil sisi positif dari Pak AK. Saya merasa banyak sekali belajar dari Bapak.
Kita justru merasakan kebersamaan, saat kita tidak bersama. Itulah indahnya hidup.
Terus terang Pak, saya tidak bisa komentar tentang pengalaman kemarin-kemarin. Setidaknya untuk sekarang ini. Bukan saya lupa atau malas. Tapi, setiap saya baca blog the meeting point atau baca milis, saya lebih sering menangis terharu. Ternyata, orang-orang Harjak luar biasa dalam menghargai sebuah persahabatan dan masa lalu...
Panti
2 comments:
Ya, perbedaan akan terasa indah ketika kita sudah berpisah.
Semua yang kita keluh-kesahkan bahkan menjadi bahan perbandingan ketika penggantinya ternyata tidak "sebanding".
Terima kasih untuk mengingatkan saya atas masa lalu
sami-sami mbak Tere... :)
Post a Comment